TUGAS 5 (Teori Organisasi Umum)

PERUBAHAN/PERKEMBANGAN ORGANISASI   

   Pengertian Pengembangan Organisasi adalah merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.semua ide-ide atau gagasan yang mengitregasikan peningkata efektivitas suatu Organisasi berawal dari keinginan anggota Organisasi dan persetujuan bersama anggota/staff Organisasi tersebut.
 
    Faktor-faktor penyebab dilakukannya pengembangan organisasi.

a. Kekuatan eksternal
• kompetisi yang semakin tajam antar organisasi,
• perkembangan IPTEK, dan
• perubahan lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosial yang membuat organisasi berfikir bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masa depan organisasi.

b. Kekuatan internal
• struktur,
• sistem dan prosedur,
• perlengkapan dan fasilitas,
• proses dan sasaran,
bila tidak cocok akan membuat organisasi melakukan perbaikan. Perubahan organisasi dilakukan untuk mencocokkan dengan kebutuhan yang ada.

3. Alasan akan pentingnya pengembangan Organisasi.
• Perubahan adalah pertanda kehidupan,
• perubahan memberikan harapan,
• pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan, dan
• pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru (perubahan).

4. Metode Pengembangan Organisasi.
a. Metode Pengembangan Perilaku
• jaringan Manajerial (managerial Grid),
• latihan kepekaan,
• pembentukan Tim, dan
• umpan Balik Survei.
b. Metode Pengembangan Ketrampilan dan sikap
• on the job training,
• job instruction training,
• of the job training, dan
• vestibule training.

5. Langkah-Langkah Pengembangan Organisasi.
• Penilaian keadaan,
• Pemecahan masalah,
• Implementasi, dan
• evaluasi.

Sejarah Perkembangan Organisasi

Sejarah pengembangan organisasi ditunjukkan oleh lima latar belakang yaitu :
• pelatihan laboratorium,
• umpan balik survei,
• riset tindakan, dan
• produktivitas dan kualitas kehidupan kerja,
• serta perubahan strategik.
Pertumbuhan yang berkelanjutan di dalam sejumlah deversitas pendekatan PO, praktisi, dan keterlibatan organisasi membuktikan sehatnya suatu disiplin dan menawarkan suatu prospek yang menguntungkan di waktu mendatang.

Karakteristik Pengembangan Organisasi

• Keputusan penuh dengan pertimbangan.
• Diterapkan pada semua sub sistem manusia baik individu, kelompok dan organisasi.
• Menerima intervensi baik dari luar maupun dalam organisasi yang mempunyai kedudukan di luar mekanisme organisasi.
• Kolaborasi.
• Teori sebagai alat analisis.

Organisasi Masa Depan

1. Organisasi masa depan harus lebih memperhatikan lingkungan luar yang selalu berubah sehingga dapat lebih tanggap dengan demikian tetap hidup, stabil dan bahkan berkembang. 

2. Berbagai ciri keefektifan organisasi perlu dihayati agar dapat dijadikan pegangan mengembangkan organisasi.

3. Kecenderungan adanya heterogenitas, penting dan perlunya informasi dan berkurangnya kesetiakawanan sosial memaksa kita untuk selalu berusaha memilih personalia yang terbaik, membuat sistem informasi yang baik dan mengusahakan kedisiplinan dan kesetiaan yang tinggi.

         dengan mengetahui seperti apa Organisasi yang kedepan akan lebih efektif atau tidak. maka akan ada hipotesa mengenai rancangan perubahan Organisasi dengan ide-ide atau gagasan yang dicanangkan oleh anggota Organisasi. hasilnya adalah sebagai hasil yang positif atau saja hasil yang negatif , hasil yang positif tentu saja akan sangat menguntungkan Organisasi tersebut karena akan jauh lebih efektif dalam melakukan kegiatan keorganisasian. lalu apa contoh hasil positif dan hasil negatif yang akan suatu Organisasi dapatkan? hasilnya bisa berupa eksistensi Organisasi tersebut  , sebut saja Go Public jika menemukan hasil positif dan Pailit jika menemukan hasil negatif.

Organisasi Go Public 
        Organisasi Go Public adalah organisasi yang bisa di bilang berhasil dalam memajukan suatu Organisasi, karena tinggat keefektifan dan eksistensi suatu Organisasi akan naik.untuk mencapai tahapan ini tentu saja ada rencana untuk melakukannya. biasanya Organisasi akan membuat perncanaan untuk organisasinya seperti :
  • Memperbaiki struktur dalam Organisasi
  • Meningkatkan Kapasitas Produksi Organisasi
  • Memperluas jaringan Organisasi
  • Memperluas hubungan kerjasama Organisasi
  • Memperluas hubungan bisnis dengan mitra kerja Organisasi
  • Memperbaiki sistem Permodalan, sistem Informasi dan dokumen Organisasi
Organisasi Pailit
         Organisasi Pailit adalah organisasi yang bisa di bilang kurang berhasil lalu mengalami hal yang dinamakan pailit.sehingga Organisasi tersebut tidak bisa melakukan perencanaan untuk mengembangkan Organisasi,adakalanya penyebab dari kepailitan suatu Organisasi berdasar atas
  • Kurang baik/tepatnya struktur dari Organiasi
  • Jaringan Organisasi sempit dan tidak ada yang mengetahui
  • Tidak memiliki hubungan bisnis yang menguntungkan
  • Kurangnya kerjasama antar Organisasi
  • Kurang memadainya sistem permodalan dan dokumentasi Organisasi
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_sosial
http://klipingcatatan.blogspot.com/2010/12/organisasi-niaga.html 

TUGAS 4 (Teori Organisasi Umum)

MOTIVASI

              Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.
               Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat.
          Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.


KOMUNIKASI

     Istilah komunikasi dari bahasa Inggris communication, dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.
     Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.
    Ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner, tidak bisa menghindari perspektif dari beberapa ahli yang tertarik pada kajian komunikasi, sehingga definisi dan pengertian komunikasi menjadi semakin banyak dan beragam. Masing-masing mempunyai penekanan arti, cakupan, konteks yang berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya saling melengkapi dan menyempurnakan makna komunikasi sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi.
     Menurut Frank E.X. Dance dalam bukunya Human Communication Theory terdapat 126 buah definisi tentang komunikasi yang diberikan oleh beberapa ahli dan dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaja Pengantar Ilmu Komunikasi dijabarkan tujuh buah definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Definisi-definisi tersebut adalahs ebagai berikut:
       Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
Hovland, Janis & Kelley:1953
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.
Berelson dan Stainer, 1964
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?)
Lasswell, 1960
Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
Gode, 1959
Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
Barnlund, 1964
Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.
Ruesch, 1957
Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.
Weaver, 1949
Kita lihat dari beberapa definisi tersebut saling melengkapi. Definisi pertama menjelaskan penyampaian stimulus hanya dalam bentuk kata-kata dan pada definisi kedua penyampaian stimulus bisa berupa simbol-simbol tidak hanya kata-kata tetapi juga gambar, angka dan lain-lain sehingga yang disampaikan bisa lebih mewakili yaitu termasuk gagasan, emosi atau keahlian.

       Definisi pertama dan kedua tidak bicara soal media atau salurannya, definisi ke tiga dari lasswell melengkapinya dengan komponen proses komunikasi secara lebih lengkap. Pengertian ke-empat dan seterusnya memahami komunikasi dari konteks yang berbeda menghasilkan pengertian komunikasi yang menyeluruh mewakili fungsi dan karakteristik komunikasi dalam kehidupan manusia.
     Ke-tujuh definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa komunikasi mempunyai pengertian yang luas dan beragam. Masing-masing definisi mempunyai penekanannya dan konteks yang berbeda satu sama lainnya.
     Definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. Definisi tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan.
    Setiap pelakuk komunikasi dengan demikian akan melakukan empat tindakan: membentuk, menyampaikan, menerima, dan mengolah pesan. Ke-empat tindakan tersebut lazimnya terjadi secara berurutan. Membentuk pesan artinya menciptakan sesuatu ide atau gagasan. Ini terjadi dalam benak kepala seseorang melalui proses kerja sistem syaraf. Pesan yang telah terbentuk ini kemudian disampaikan kepada orang lain. Baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bentuk dan mengirim pesan, seseorang akan menerima pesan yang disampaikan oleh orang lain. Pesan yang diterimanya ini kemudian akan diolah melalui sistem syaraf dan diinterpretasikan. Setelah diinterpretasikan, pesan tersebut dapat menimbulkan tanggapan atau reaksi dari orang tersebut. Apabila ini terjadi, maka si orang tersebut kembali akan membentuk dan menyampaikan pesan baru. Demikianlah ke –empat tindakan ini akan terus-menerus terjadi secara berulang-ulang.
    Pesan adalah produk utama komunikasi. Pesan berupa lambang-lambang yang menjalankan ide/gagasan, sikap, perasaan, praktik atau tindakan. Bisa berbentuk kata-kata tertulis, lisan, gambar-gambar, angka-angka, benda, gerak-gerik atau tingkah laku dan berbagai bentuk tanda-tanda lainnya. Komunikasi dapat terjadi dalam diri seseorang, antara dua orang, di antara beberapa orang atau banyak orang. Komunikasi mempunyai tujuan tertentu. Artinya komunikasi yang dilakukan sesuai dengan keinginan dan kepentingan para pelakunya.

KEPEMIMPINAN
 

Kepemimpinan merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.

Pengertian Kepemimpinan

Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.


Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi
http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi/
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kepemimpinan-menurut-para-ahli/

TUGAS 3 (Teori Organisasi Umum)

TERJADINYA KONFLIK DALAM ORGANISASI




1. Faktor Penyebab Terjadinya Konflik


Konflik organisasi adalah perbedaan pendapat atau pertentangan antara dua atau lebih individu-individu atau kelompok-kelompok atau unit-unit kerja dalam organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya yang terbatas dalam aktivitas kerja dan kenyataan bahwa mereka memiliki tujuan, nilai, persepsi, dan interes yang berbeda. 

Faktor Penyebab Konflik dalam Organisasi  :
a) terdapat perbedaan pendapat / petentangan antara individu atau kelompok,
b) terdapat perselisihan dalam mencapai tujuan disebabkan adanya perbedaan persepsi dalam menafsirkan program organisasi, 
c) terdapat pertentangan norma dan nilai-nilai individu atau kelompok, 
d) adanya pertentangan sebagai akibat munculnya gagasan – gagasan baru dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif, 
e) adanya sikap dan prilaku saling menghalangi pihak lain untuk memperoleh kemenangan dalam memperebutkan sumber daya organisasi yang terbatas.

Konflik (pertentangan atau perselisihan) adalah sesuatu yang tidak pernah dapat dihindari, yang terjadi kapan saja sepanjang hidup dan juga di dalam leadership. Penyelesaian konflik yang baik sangat penting dalam meningkatkan ketrampilan sebagai leadership dan memindahkan praktek manajemen dari paham otoritarian (kepatuhan pada seseorang) ke arah pendekatan kooperatif yang menekankan pada persuasi rasional, kolaborasi, kompromi dan penyelesaian yang saling menguntungkan.
Kemungkinan efek dari konflik
1.                Kemungkinan efek positif
2.                Kemungkinan efek negatif
3.                Meningkatkan usaha
4.                Merasa mendapat angin Saling pengertian lebih baik satu dengan yang lain
5.                Mendorong terjadinya perubahan Pengambilan keputusan yang lebih baik Isu-isu kunci  muncul ke permukaan Pemikiran kritis muncul
6.                Mengurangi produktivitas
7.                Penurunan komunikasi
8.                Perasaan negatif
9.                Stres
10.            Pengambilan keputusan yang tidak baik
11.            Penurunan bentuk kerjasama
12.            Muncul kegiatan fitnah
Konflik organisasi disebabkan langkanya sumberdaya. Anne Hubel & Caryn Medved:
Penyebab konflik: distorsi informasi akibat modifikasi pesan, ambiguitas akibat penggunaan bahasa yang tidak jelas dan kebohongan.
Manajemen Konflik dalam Komunikasi Asumsi setiap orang memiliki kecenderungan tertentu dalam menangani konflik. Terdapat 5 kecenderungan:
a.             Penolakan: konflik menyebabkan tidak nyaman
b.             Kompetisi: konflik memunculkan pemenang
c.              Kompromi: ada kompromi & negosiasi dalam konflik untuk meminimalisasi kerugian
d.             Akomodasi: ada pengorbanan tujuan pribadi untuk mempertahankan hubungan
       e.             Kolaborasi: mementingkan dukungan & kesadaran pihak lain untuk bekerja    bersama-sama.
     

2. Mediator yang Menyelesaikan Konflik dalam Organisasi 

Peran Mediator dalam suatu Organisasi dipegang oleh sang ketua organisasi tersebut. Dan ketua seharusnya lebih netral dan tidak berpihak pada anggota yang berkonflik. Dibawah saya menemukan beberapa metode seorang Mediator untuk mengatasi konflik anggotanya. Caranya seperti berikut:


a) Menghindar

Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”

b) Mengakomodasi

Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.

c) Kompetisi

Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.

d) Kompromi atau Negosiasi

Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

e) Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.
Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

SUMBER :
http://okidermawan.multiply.com/journal/item/4

TUGAS 2 (Teori Organisasi Umum)

* Bentuk Organisasi

Bentuk organisasi terdiri atas :

- Sosial
- Internal
- Niaga

Berikut ini penjelasan secara lengkap tentang ketiga bentuk organisasi tersebut.

1. ORGANISASI SOSIAL


        Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. 
           Keberadaan lembaga sosial tidak lepas dari adanya nilai dan norma dalam masyarakat. Di mana nilai merupakan sesuatu yang baik, dicita- citakan, dan dianggap penting oleh masyarakat. Oleh karenanya, untuk mewujudkan nilai sosial, masyarakat menciptakan aturan-aturan yang tegas yang disebut norma sosial. Nilai dan norma inilah yang membatasi setiap perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Sekumpulan norma akan membentuk suatu sistem norma. Inilah awalnya lembaga sosial terbentuk. Sekumpulan nilai dan norma yang telah mengalami proses institutionalization menghasilkan lembaga sosial.

Ciri-ciri organisasi sosial
Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
  2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
  3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
  4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
  1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
  2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
  3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.


Contoh Organisasi Sosial : Palang Merah Indonesia




2.ORGANISASI INTERNAL

         Organisasi Internal adalah Organisasi yang dibuat dan ada didalam sebuah perusahaan, biasanya anggota dari organisasi internal adalah oarng-orang yang berada di dalam perusahaan tersebut.

3.ORGANISASI NIAGA


Organisasi niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.
Macam-macam organisasi niaga:

1. Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan Terbatas dahulu disebutNaamloze Vennootschaap (NV), yaitu suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya.

Perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham memiliki tanggung jawab yang terbatas yaitu sebanyak saham yang dimiliki.


Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan maka keuntungan tersebut dibagi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Perseroan Terbatas ada 3 macam yaitu PT Terbuka, PT Tertutup dan PT Kosong.
Perbedaannya:
PT Terbuka menjual saham kepada masyarakat umum melalu pasar modal (go public) dan setiap orang berhak membeli saham perusahaan tersebut.
PT Tertutup modalnya berasal dari kalangan tertentu saja, misal dari kalangan kerabat atau keluarga dan tidak dijual ke umum.
Sedangkan PT Kosong adalah perseroan terbatas yang tidak memiliki kegiatan apa-apa tetapi telah memiliki izin usaha dan izin lainnya.

2. Persekutuan Komanditer (CV)

Persekutuan Komanditer atau biasa disebut CV (Commanditaire Vennootscap) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.

Bentuk CV dibagi menjadi 3 yaitu CV Murni, CV Campuran dan CV Bersaham.
CV Murni hanya terdapat satu sekutu komplementer, yang lain merupakan sekutu komanditer.
CV Campuran terbentuk dari suatu firma yang membutuhkan tambahan modal. Dimana sekutu firma tersebut menjadi sekutu komplementer sedangkan sekutu lain menjadi sekutu komanditer.
CV Bersaham adalah CV yang mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan. Sekutu komplementer maupun komanditer mengambil satu saham atau lebih.

3. Joint Ventura
Joint Ventura atau Perusahaan Patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan kegiatan ekonomi bersama. Perusahaan ini umumnya untuk suatu proyek khusus saja dan bisa berupa badan hukum, kemitraan atau struktur resmi lainnya bergantung pada jumlah pertimbangan seperti pertanggungjawaban pajak dan kerugian.

4. Koperasi
Koperasi adalah suatu jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggotanya (menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1).

Jenis-jenis koperasi antara lain:
a. Koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman.
b. Koperasi konsumen, yaitu koperasi yang beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatan jual beli barang konsumen.
c. Koperasi produsen, yaitu koperasi yang beranggotakan para pengusaha UKM dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.
d. Koperasi pemasaran, yaitu koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk atau jasa koperasi anggotanya.
e. Koperasi jasa, yaitu koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya.


5. Holding Company
Usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis.

6. Cartel
Kelompok produsen mandiri yang bertujuan menetapkan harga, membatasi suplai dan kompetisi. 


SUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_sosial
http://klipingcatatan.blogspot.com/2010/12/organisasi-niaga.html

TUGAS 1 ( Teori Organisasi Umum)

1. Pengertian Manajemen & Organisasi


Pengertian Manajemen

              Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.[1] Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
                        Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
                        Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.


Pengertian Organisasi 


                      Istilah organisasi bukanlah hal yang asing lagi bagi kita, karena dari pertama kita menimba ilmu pada tingkat pertama, kita sudah dikenalkan dengan salah satu organisasi kesiswaan seperti OSIS. Dalam kehidupan bermasyarakat pun sering kita jumpai yang namanya organisasi, baik organisasi kepemudaan dan bahkan sampai organisasi kepemerintahan. Tapi tahukah Anda arti dari pengertian organisasi itu sendiri? Banyak para pakar dunia yang memaparkan pengertian atau definisi organisasi, dimana dari pengertian-definisi organisasi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa organisasi merupakan suatu system atau perkumpulan yang disusun dalam kelompok, untuk bekerja sama mencapai suatu tujuan bersama.
Berikut ini definisi organisasi yang dipaparkan oleh beberapa para ahli.
                       James D Mooney berpendapat bahwa “Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose” atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
                 Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan “organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.”




2. Fungsi-Fungsi Manajemen

5 fungsi manajemen menurut Henry Fayol yaitu:

Planning
Organizing
Commanding
Controlling
Coordinating

Menurut George R. Ferry (1990) dalam “Principles of Management”, proses manajemen terbagi menjadi :
• Planning.
• Organizing.
• Controlling.
• Activating.



Menurut Ernest Dale :
Planning
Organizing
Staffing
Directing
Innovating
Representing
Controlling

Menurut James A.F.Stoner : Planning
Organizing
Leading
Controlling.

          Pada hakekatnya fungsi-fungsi di atas mempunyai pengertian sebagai berikut :
1. Planning (perencanaan) yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
2. Organizing (organisasi) yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, temasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi, tugas dan fungsinya. 
3. Staffing atau Assembling Resources (penyusunan personalia) yaitu penyusunan personalia sejak dari penarikan tenaga kerja baru. latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar setiap petugas memberi daya guna maksimal pada organisasi. 
4. Directing atau Commanding (pengarah atau mengkomando) yaitu usaha memberi bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan (delegasi wewenang) untuk dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 
5. Leading yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 
6. Coordinating (koordinasi) yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak terjadi kekacauan dan saling melempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatu-padukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan. 
7. Controlling (pengawasan) yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.

3. Gambar Bagian Struktur Organisasi

1. Struktur Organisasi Piramida
















2. Struktur Organisasi Vertikal















3. Struktur Organisasi Horizontal
















4. Struktur Organisasi Melingkar














SUMBER :

http://elqorni.wordpress.com/2009/03/15/pengertian-manajemen-dan-fungsi-fungsinya-definition-and-functions-of-management/
http://duniabaca.com/pengertian-organisasi.html
http://fastkaya.blogspot.com/2010/12/5-fungsi-manajemen-menurut-henry-fayol.html
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/teori-pengantar-manajemen-definisi.html
http://www.scribd.com/doc/25242983/Fungsi-Manajemen-Menurut-Pendapat-Para-Ahli
http://www.anakciremai.com/2008/05/makalah-manajemen-tentang-pengertian.html

BAB 9 ( MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB bagian1)

Tanggung Jawab merupakan sikap yang harus tertanam pada setiap diri manusia, punyanya rasa tanggung jawab memberikan kepada setiap diri manusia sikap untuk mengerti apa itu yang namanya rasa menghargai, serta menjalani segala kegiatan itu dengan komitmen.Tanggung jawab itu harus dimulai dari hal yang paling kecil, yaitu tanggung jawab terhadap diri sendiri.Karena apabila terhadap diri sendiri saja kita tidak memiliki rasa tanggung jawab, apalagi terhadap lingkungan sekitar.

Manusia dan Pandangan Hidup Part 1

Nama : Mohamad Ikhsan Fadzilah
Kelas : 1KA 24
NPM : 14110478
Pertemuan : Ke8
Pokok Bahasan : Manusia dan Pandangan Hidup

Setiap manusia harus memiliki pandangan hidup, karena manusia yang tidak memiliki pandangn hidup itu tidak bisa mengerti bagaimana mereka diciptakan untuk hidup di dunia ini.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

Pandangan hidup antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya itu bisa saja berbeda-beda tergantung bagaimana cara manusia itu sendiri menyikapinya, karena pandangan hidup itu bisa muncul dari bagaimana pola berfikir manusia itu sendiri.

Manusia dan Keadilan Part 2

Nama : Mohamad Ikhsan Fadzilah
Kelas : 1KA 24
NPM : 14110478
Pertemuan : Ke 7
Pokok Bahasan : Manusia dan Keadilan
 

Dalam hidupdan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.

Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.

Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.

Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.

Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.

Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.

Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;

1.   Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.

2.   Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.

3.   Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.

4.   dan lain sebagainya.

Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.

Manusia dan Keadilan Part 1

Nama : Mohamad Ikhsan Fadzilah
Kelas : 1KA 24
NPM : 14110478
Pertemuan : Ke 7
Pokok Bahasan : Manusia dan Keadilan
 
 
Berbicara tentang keadilan, Anda tentu ingat akan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pnacasila, berbunyi : "keadilan social bagi selunth rakyat Indonesia."
Dalam dokumen lahimya Pancasila diusulkan oleh Bung Kamo adanya prinsip kesejahteraan sebagai salah satu dasar negara. Selanjutnya prinsip itu dijelaskan sebagai prinsip "tidak ada kerniskinan di dalam Indonesia merdeka". Dan usul dan penjelasan itu nampak adanya pembauran pengertian kesejahteraan dan keadilan.

Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1) perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotongroyongan.
2) Sikap adil terhadap sesarna, menjaaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta
menghonnati hak-hak orang lain.
3) sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4) sikap suka bekerja kerns
5) sikap menghargai hasil karya orang lain yang bemianfaat untuk mencapai kemajuan dan
kesejahteraan bersama

Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalarn kehidupan manusia karena dalam ludupnya manusia menghadapi keadilan / ketidakadilan setiap hari. Oleh sebab itu keadilan dan ketidakadilan, menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi ketidakadilan, seperti drama, puisi, novel, musik dan lain-lain.

Manusia dan Penderitaan Part 2

Nama : Mohamad Ikhsan Fadzilah
Kelas : 1KA 24
NPM : 14110478
Pertemuan : Ke 6
Pokok Bahasan : Manusia dan Penderitaan


    Yang namanya hidup sering kali diibaratkan dengan roda yang berputar, kadang di bawah dan kadang juga di atas. Tapi tak semua orang bisa merasakan manisnya hidup di atas, tentunya lebih banyak orang yang merasakan bagaimana hidupnya dengan penuh segala kekurangan dan penderitaan. Siapa yang tidak mau untuk hidup enak seperti orang-orang di luar sana ? Saya fikir semuanya pasti mau, namun tidak semudah itu tentu saja, perlu usaha yang giat serta selalu meminta kepada Allah SWT supaya dimudahkan dalam segalanya di dunia ini. Tapi apabila usaha serta doa sudah kita lakukan semaksimal mungkin namun masih tetap hidup dalam serba menderita serta kekurangan bagaimana ? positif saja, itu semua cobbaan dan ujian dari Allah untuk kita.Penderitaan yang kita lalui di dunia ini dan kita jalankan dengan ikhlas tanpa pernah mengeluh mungkin saja akan mendapatkan tempat yang layak di akhirat nantinya.
Syukurilah selalu apa yang telah kita miliki di dunia ini, dan hadapi semuanya dengan senyuman.Janganlah kita selalu melihat orang-orang yang berada di atas yang selalu merasakan surga dunia, tapi lihatlah orang-orang yang berada di bawah, dimana mereka hidup menderita, hidup dengn penuh segala kekurangan serta tidak dapat hidup layak.

Manusia dan Penderitaan Part 1

Nama : Mohamad Ikhsan Fadzilah
Kelas : 1KA 24
NPM : 14110478
Pertemuan : Ke 6
Pokok Bahasan : Manusia dan Penderitaan




         Penderitaan nampaknya sudah melekat pada diri setiap manusia. Hampir semua manusia tanpa terkecuali pernah merasakannya. Efek dari pada penderitaan yang telah terjadi itu pun sangat banyak, baik yang bersifat fisik maupun psikologis. Penderitaan yang terjadi secara fisik biasanya dilakukan dengan cara yang benar-benar melewati kewajaran, sangat tidak manusiawi, dan bertentangan sekali dengan Hak Asasi Manusia.Misalnya saja para TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri, banyak sekali berita tentang kasus kekerasan yang menimpa para tki yang bekerja di berbagai negara, misalnya Malaysia, Hongkong, Arab, merupakan negara yang paling sering mendapatkan pemberitaan bahwa banyak TKI yang mendapatkan perlakuan yang semena-mena dari majikannya.Jelas hal ini tidak dapat dibiarkan, mungkin memang perlakuan kekerasan itu dilakukan karena para tki melakukan kesalahan,namun caranya tidak harus seperti itu, banyak cara yang dapat dilakukan selain dengan cara kekerasan, yang hanya bisa menyakiti serta membuat penderitaan bagi sang korban. Tapi banyak juga di antara TKI-TKI tersebut, yang sebenarnya tidak melakukan kesalahan apapun tapi tetap saja mendapatkan siksaan dari majikannya.
Dengan sesuka hati para majikan itu menganiaya para TKI yang tidak memiliki salah, Apakah mereka semua tidak memiliki hati ? Apakah mereka semua tidak memikirkan bagaimana dampaknya nanti ?, benar-benar kelakuan yang tidak dapat dimaafkan. Indonesia harusnya juga bisa lebih tegas lagi terhadap nasib dari pada penghasil devisa terbesar ini, lindungilah para TKI itu, kita tidak bisa diam saja, toh para TKI juga adalah manusia yang harus diperlakukan dengan baik.

Hubungan antara Manusia dan Keindahan

NAMA : MOHAMAD IKHSAN FADZLIAH
KELAS : 1KA24
NPM : 14110478
PERTEMUAN KE : 5 ( MANUSIA DAN KEINDAHAN)



Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, ta13nan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.

Menurut The Liang Gie dalam bukunya “G,a-ris Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu ber­asal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:

1. Keindahan dalam arti luas.

Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.

. Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :

· keindahan seni

· keindahan alam

· keindahan moral

· keindahan intelektual.

2. Keindahan dalam arti estetik murni.

Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya.

3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.

Keindahan dalam arti yang terbatas, me~punyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.

Betapa Agungnya Sang Pencipta sehingga dapat membuat umatNya merasakan segala bentuk keindahan di dunia ini, bukan hanya untuk sesama manusia tapi juga sesama makhluk hidup.

KEINDAHAN

NAMA : MOHAMAD IKHSAN FADZILAH
KELAS : 1KA24
NPM : 14110478
PERTEMUAN KE : 5 (MANUSIA DAN KEINDAHAN)



Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Keindahan harus ada di setiap diri manusia, karena keindahan merupakan suatu hal yang boleh dibilang sangat harus dimiliki oleh kita semua.Keindahan juga tak hanya akan memperlihatkan fisik dalam artian keindahan dari luar yang memukau oleh orang-orang yang melihat kita di sekitar kita.Namun juga keindahan dari dalam,yang bisa memperlihatkan tentang bagaimana cara kita bersosialisasi, beradaptasi, serta berhubungan dengan masyarakat di sekitar kita. Tak hanya manusia, semua makhluk hidup nampaknya memang harus memiliki keindahan,Bagaimana bila di dunia ini tidak ada yang namanya keindahan ? Ya, tentunya akan sangat monoton sekali hidup ini.

Indah itu berarti enak di pandang,indah itu berarti tidak membosankan,indah itu berarti menunjukkan hal-hal atau prilaku yang baik yang ada di diri kita.Sesuatu hal yang indah itu harus benar adanya, dan tidak di buat-buat.

Sumber referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan

MANUSIA DAN CINTA

NAMA : MOHAMAD IKHSAN FADZILAH
KELAS l 1KA24
NPM : 14110478
PERTEMUAN KE : 4 (MANUSIA DAN CINTA KASIH)

Cinta merupakan hal yang benar-benar indah, dengan cinta siapa saja dapat merasakan nikmatnya hidup.Namun terkadang cinta juga memberikan efek-efek buruk dalam hidup manusia yang terkadang tidak bisa dipikirkan oleh logika.Sebagai contohnya bacalah kutipan artikel dibawah ini :

Diputusin Pacar, Anak ABG Bunuh Diri
Senin, 07/03/2011, 13:08 WIB

Diduga putus cinta dari sang kekasih, seorang remaja bernama Adi Nursofyan (17), ditemukan tewas bunuh diri dengan cara memotong urat nadi di tangan kiri, di Gudang Tekstil Jalan Rajawali No.202 Kota Bandung, Senin (7/3/2011).
Jenazah korban ditemukan oleh petugas polisi dari Polsekta Andir sekitar pukul 07.30 WIB.
Di tempat kejadian polisi juga menemukan barang bukti berupa surat cinta dan telepon genggam korban yang di dalamnya ada sebuah pesan singkat atau "Short Message Service" (SMS) terakhir dari sang pacar.
"Dugaan sementara, korban nekad bunuh diri karena putus cinta. Ada surat yang diduga teman dari teman dekat, wanita dari korban. Juga sms di hanphone korban. Yang terakhir ada sms yang kurang lebih isinya seperti surat itu," ujar Kapolsekta Andir Kompol RN Mulyadi.
Menurut Mulyadi, korban yang berasal dari Tegal itu menggantung diri menggunakan tali tambang plastik, setelah sebelumnya korban menyayat urat nadi pergelangan tangan kirinya dengan pisau "cutter".
"Kami menemukan pisau cutter tak jauh dari tempat korban gantung diri," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang karyawan gudang tekstil, Ade (30), mengaku gudang tersebut sudah kosong sejak Jumat (4/3) lalu dan dirinya tidak melihat korban berada di gudang.
"Sejak jam enam sore kemarin gudang sudah kosong. Korban juga sejak jam limaan, enggak tahu pergi kemana. Saya kaget pas tadi masuk gudang liat korban sudah bunuh diri," kata Ade.
Setelah dilakukan olah TKP oleh polisi, jenazah korban langsung di bawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. (Nis/At)

http://www.berita8.com/read/2011/03/07/2/39465/Diputusin-Pacar,-Anak-ABG-Bunuh-Diri

Bagaimana ini semua bisa terjadi, janganlah karena hanya cinta, nyawa pun ikut terambil.Ingat janganlah terlalu mencintai seseorang melebihi cinta kita kepada Sang Pencipta, Allah SWT.Iman kita harus lebih kuat dari segalanya, berpikirlah secara logika dan matang, apakah tidak ada lagi orang yang pantas kita cintai sampai-sampai rela bunuh diri seperti itu ? Ya itulah cinta.

KASIH SAYANG

NAMA : MOHAMAD IKHSAN FADZILAH
KELAS l 1KA24
NPM : 14110478
PERTEMUAN KE : 4 (MANUSIA DAN CINTA KASIH)

Kasih sayang antara manusia dapat diwujudkan dalam berbagai hal, semisal : Dengan orang tua,Keluarga,Teman,Sahabat,Kekasih, bahkan dengan Sang Pencipta.Ya itulah keajaiban cinta dan kasih sayang, sesuatu yang tak berwujud namun bisa dirasakan.Lalu, apa yang terjadi bila hidup ini tanpa kasih sayang ? Ya, tentunya akan terjadi kehampaan, ntah mesti berbuat apa dalam hidup ini.Lantas bagaimanakah cara menyikapi kasih sayang yang telah diberikan orang-orang disekeliling kita ? balaslah dengan sebuah senyuman dan balaslah juga dengan kasih sayang yang kita miliki melebihi yang telah mereka berikan kepada kita.

dari Abu Hurairah ra. berkata: 'saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda': 'Allah menciptakan rasa kasih sayang itu 100 bagian. 99 bagian itu disimpan NYA di sisi NYA ,1 bagian saja yg Allah turunkan ke dunia ini. Dengan yang 1 bagian itu para makhluk seluruhnya saling menyayangi sehingga kuda mengangkat kakinya karna takut anak nya terinjak',".

Namun, seperti hadist yang disebutkan tadi bahwa kasih sayang yang sebenarnya hanyalah untuk Allah semata, sedangkan sebagian kecilnya diberikan untuk sesama.Tidak hanya manusia yang dapat merasakan kasih sayang, tapi juga seluruh makhluk hidup, hewan,tumbuh-tumbuhan siapa yang tak menduga bahwa mereka juga membutuh kan kasih sayang ?.Kita sebagai manusia harus sayang dengan hewan, tumbuhan,toh kita juga semua sesama makhluk hidup ciptaanNya yang tak dapat hidup tanpa kasih sayang.

Betapa indahnya bila seluruh makhluk ciptaanNya saling mengasihi, bukankah itu lebih baik daripada hidup dengan saling bermusuhan ?.

ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA DAN PUISI

Nama : Mohamad Ikhsan Fadzilah
NPM : 14110478
Kelas : 1KA 24
Pertemuan : Ke 3
Pokok Bahasan : Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan

Prosa ialah karya sastra dalam bentuk bahasa yang terurai tidak terikat oleh rima, ritma, jumlah baris dan sebagainya. Adapun unsure-unsur instrik dalam prosa
1. Tema adalah tentang apa prosa tersebut berbicara
2. Amanat atau pesan yaitu nasehat yang hendak disampaikan kepada pembaca
3. Plot atau alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita
4. Perwatakan atau karakteristik atau penokohan adalah cara-cara pengarang menggambarkan watak pelaku.
5. Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan diri
1. Sudut pandang orang pertama adalah pengarang sebagai pelaku
2. Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang tidak menjadi pelaku
6. Latar atau seting adalah gambaran atau keterangan mengenai tempat, waktu, situasi atau suasana berlangsungnya peristiwa
7. Gaya bahasa adalah corak pemakaian bahasa

Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
Unsure-unsur intrinsik puisi adalah
1. Tema yaitu tentang apa puisi itu berbicara
2. Amanat yaitu apa yang hendak dinasehatkan kepada pembaca
3. Rima yaitu persamaan-persamaan bunyi
4. Ritme yaitu perhentian-perhentian atau tekanan-tekanan yang diatur
5. Majas atau gaya bahasa yaitu permainan bahasa untuk efek estetis maupun maksimalisasi
6. Kesan yaitu perasaan yang diungkap lewat puisi
7. Diksi yaitu pilihan kata atau ungkapan
1. Tema yaitu tentang apa puisi itu berbicara
2. Amanat yaitu apa yang hendak dinasehatkan kepada pembaca
3. Rima yaitu persamaan-persamaan bunyi
4. Ritme yaitu perhentian-perhentian atau tekanan-tekanan yang diatur
5. Majas atau gaya bahasa yaitu permainan bahasa untuk efek estetis maupun maksimalisasi
6. Kesan yaitu perasaan yang diungkap lewat puisi
7. Diksi yaitu pilihan kata atau ungkapan


Contoh :
Apa yang sebenarnya kurasakan,
hingga ku teteskan air mata hanya tuk dirimu,
tapi ku mengerti apa alasanmu tak menerima cinta ini,
dan ku harap itu bukan alasan palsu...

Aku pun tak ingin egois,
tuk memaksakan kehendakku,
namun satu permintaanku,
jadilah kekasihku sebelum kita menjauh,
ku berjanji akan menjaga cinta ini,
karena ku terlanjur mencintai dirimu...

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

Nama : Mohamad Ikhsan Fadzilah
NPM : 14110478
Kelas : 1KA 24
Pertemuan : Ke 3
Pokok Bahasan : Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan

Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Tetapi kata “sastra” bisa pula merujuk kepada semua jenis tulisan, apakah ini indah atau tidak.
IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebagainya.

Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan menjadi pengetahuan budaya. Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pemyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan bahasa pada haketnya adalah satu.

Dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak diajarkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih paham akan hubungan IBD dan sastra. Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran Ilmu Budaya Dasar tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang mumi. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.

BAB 2 (MANUSIA DAN KEBUDAYAAN BAG.1)

Manusia dan kebudayaan sangat lekat sekali.Manusia dan kebudayaan juga tidak dapat dipisahkan.Salah satu contoh kebudayaan yang ada di Indonesia :

gambar di atas merupakan Ngaben yang merupakan tradisi dari Bali, Ngaben itu sendiri adalah upacara pembakaran mayat atau kremasi umat Hindu di Bali, Indonesia. Acara Ngaben merupakan suatu ritual yang dilaksanakan guna mengirim jenasah kepada kehidupan mendatang. Jenasah diletakkan selayaknya sedang tidur, dan keluarga yang ditinggalkan akan senantiasa beranggapan demikian (tertidur). Tidak ada airmata, karena jenasah secara sementara waktu tidak ada dan akan menjalani reinkarnasa atau menemukan pengistirahatan terakhir di Moksha (bebas dari roda kematian dan reinkarnasi).

Dalam upaca kematian ini

Tinjauan Tentang Ilmu Budaya Dasar

1.1. IBD sebagai bagian dari MKDU

- MKDU adalah Mata Kuliah Dasar Umum yang merupakan mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi, baik yang sifatnya eksakta maupun non eksakta…
-Tujuan MKDU adalah untuk :
1. Berjiwa Pancasila
2. Takwa terhadap tuhan yang maha esa
3. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral
4. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan masyarakat

1.2. Pengertian Ilmu Budaya Dasar

1.2
Ilmu Budaya Dasar merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Untuk mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, terlebih dahulu perlu diketahui pengelompokkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar,hal ini dikemukakan oleh Prof.Dr.Harsya Bachtiar, yaitu :
1. Ilmu-Ilmu alamiah : bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain adalah : astronomi, fisika,kimia,biologi,kedokteran,mekanika
2. Ilmu-Ilmu social : bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia.Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu social antara lain ilmu ekonomi,sosiologi,politik,demografi,psikologi,antropologi social,sosiologi hukum.
3. Pengetahuan budaya : bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya.Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai makhluk berbudaya (homo humanus), sedangkan Ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya


1.3. Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Penyajian ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.Dengan demikian jelaslah bahwa mata kuliah Ilmu budaya dasar tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk di dalam pengetahuan budaya.akan tetapi ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya,baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya,maupun yang menyangkut dirinya sendiri

1.4 Ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar

Dua masalah pokok dalam ilmu budaya dasar :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam,social dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidakseragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan,pikiran,dan perasaan,tingkah laku,dan hasil kelakuan mereka.

8 Pokok bahasan IBD :
- Manusia dan cinta kasih
- Manusia dan keindahan
- Manusia dan penderitaan
- Manusia dan keadilan
- Manusia dan pandangan hidup
- Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
- Manusia dan kegelisahan
- Manusia dan harapan



Opini : IBD atau ilmu budaya dasar merupakan mata kuliah dasar umum, dimana mata kuliah ini wajib di setiap perguruan tinggi.Dengan adanya mata kuliah ilmu budaya dasar ini diharapkan para mahasiswa lebih bias memahami tentang konsep-konsep kebudayaan, terutama kebudayaan nasional.

SUMBER : Nugroho,Widyo.1994.MKDU Ilmu Budaya Dasar.Gunadarma.Depok

ISD Sebagai salah satu MKDU

1.1. Pengertian, Tujuan, ISD dan IPS


Pengertian ISD

Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.


Tujuan Ilmu Sosial Dasar

Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :
a. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan social dan masalah-masalah social yang ada dalam masyarakat.
b. Peka dalam masalah-masalah social dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
c. Menyadari bahwa setiap masalah social yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya,mempelajarinya secara kritis-interdislipiner.
d. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penggulangan masalah social yang timbul dalam masyarakat.

3 Kelompok Ilmu Pengetahuan

1. Natural Sciences (Ilmu-ilmu alamiah), meliputi : Fisika,Kimia,Astronomi,Biologi dan lain-lain.
2. Sosial Sciences (Ilmu-ilmu sosial), meliputi : Sosiologi,Ekonomi,Politik Antropologi,Sejarah,Psikologi,Geografi,dan lain-lain.
3. Humanities (Ilmu-ilmu budaya), meliputi : Bahasa,Agama,Kesusastraan,Kesenian,dan lain-lain.


1.2. ISD dan IPS

Persamaan antara ISD dan IPS adalah :

a. Merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
b. Bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
c. Mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.

Perbedaan antara ISD dan IPS adalah :

a. Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahian Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
b. Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu mata kuliah tunggal, sedangkan Ilmu Pengetahian Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
c. Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap kepribadian, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pemgetahuan dan ketrampilan intelektual.


1.3. Ruang Lingkup ISD

1. Kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.

Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.

2. Konsep-konsep sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial

3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lain saling berkaitan




Opini : Masalah-masalah social yang ada di sekitar kita dapat di jadikan sebuah pembelajaran, terutama di tingkat perguruan tinggi.Agar para mahasiswa bias lebih peka terhadap masalah-masalah yang ada di sekitarnya.



SUMBER : Harwantiyoko,1997.MKDU Ilmu Sosial Dasar.Gunadarma.Depok

BAB 11 (PRASANGKA, DISKRIMINASI, DAN ETNOSENTRISME)

BAB 11 (PRASANGKA, DISKRIMINASI, DAN ETNOSENTRISME)

KELOMPOK 6


*)Menyempatkan Golongan-golongan yang Berbeda dan Integrasi Sosial
Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas batas territorial nilai nilai norma norma, dan pranata social.
Integrasi social adalah jika yang dikendalikan disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur unsur sosial atau kemasyarakatan.
Integrasi social Diperlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan berupa fisik atau masalah yang terjadi secara social budaya
Integrasi Nasional
secara umum mencerminkan proses persatuan orang orang dari berbagai wilayah yang berbeda,atau memiliki berbagai perbedaan baik etnisitis, social budaya atau latar belakang ekonomi menjadi satu bangsa terutama karena pengalaman sejarah dan politik yang relatif sama.

Integrasi Sosial
Setiap perubahan yang dikehendaki atau diinginkan oleh masyarakat akan menghasilkan integrasi sosial. Ini berarti masyarakat menyadari bahwa sistem sosial, nilai, adat-istiadat, norma, atau hukum yang berlaku sekarang sudah tidak memadai lagi dan sudah saatnya diubah. Perubahan yang dikendaki oleh masyarakat sendiri tidak akan menimbulkan kekacauan atau disintegrasi sosial.
kebudayaan dan adat istiadat yang di pakai merupakan salah satau kebutuhan pada nilai-nilai integrasi sosial yang merupakan dasar atas pengendalian masyarakat.contohnya saja pada masyarakat barat dan teori sosial, yang dimana bahawasanya sebagai peradaban yang kini mencapai puncakanya,harus lebih di akui bahwa kebudayaan barat yang lebih kepada kebebasan ( freedom ).
Salah satu contoh lagi, yaitu sosial budaya Provinsi Maluku Utara, yaitu dimana corak kebudayaannya pada tipikal perkawinan antara ciri budaya lokal dan budaya islam Maluku Utara pada masa lampau, karena pendapatan yang dicapai pada hasil pertanian dan perikanan, karena memiliki laut yang Luas.
Sementara itu, ikatan kekerabatan dan integrasi sosial masyarakat secara umum sangat kuat sebelum terjadi konflik horizontal bernuansa SARA. Ikatan pertalian darah dan keturunan sesama anggota keluarga didalam satu komunitas di daerah tertentu sangat erat dan familiar, walaupun keyakinan keagamaan berbeda seperti masyarakat di kawasan Halmahera bagian utara dan timur. Hubungan ini telah menumbuhkan harmonisasi dan integrasi sosial yang sangat kuat. Dalam konteks hubungan Islam dan Kristen, nuansa interaksi sosial tersebut lebih didasarkan bukan pada pertimbangan kultural dan hubungan kekeluargaan.
Nilai, norma, atau tatanan hukum yang baru terbentuk akan dapat menjadi patokan hidup sosial, sehingga keharmonisan dan kedamaian segera tercipta, meskipun perubahan baru saja terjadi.
Misalnya, selama masa kekuasaan Orde Baru, hak-hak politik warga negara Indonesia sering diabaikan dan tidak diakui.
Pemerintah Orde Baru juga membatasi kebebasan berbicara, kebebasan berkumpul dan berserikat, bahkan melarang aksi protes mahasiswa di kampus-kampus. Keadaan ekonomi yang hancur sejak tahun 1997 menyadarkan rakyat Indonesia bahwa negara dikelola secara buruk, karena adanya korupsi,kolusi dan nepotisme.
Keadaan semacam itu, jika dibiarkan berlanjut tentu akan menghancurkan negara Indonesia sendiri. Karena itu, masyarakat dan mahasiswa kemudian melakukan aksi demonstrasi dan protes dengan puncak pada demonstrasi besar-besaran di bulan Mei 1998. Aksi itu mendesak Presiden Soeharto mundur dari jabatan. Lengsernya Soeharto dari kekuasaan yang sudah dipegangnya selama 32 tahun dan lahirnya era reformasi merupakan sebuah perubahan sosial dan budaya..
Perubahan semacam ini dikehendaki rakyat. Karena itu, disintegrasi negara akan diminimalisir sampai serendah mungkin. Tentunya stabilitas dan integrasi bangsa dan negara akan sangat ditentukan juga oleh masalah penegakan hukum yang pasti dan adil. Tentunya kita semua mengharapkan agar segala perubahan sosial dan budaya yang terjadi di Indonesia merupakan perubahan sosial yang dikehendaki warga negara.
Atau, pemerintah ingin menguasai seluruh sendiri kehidupan warga negaranya. Pemaksaan perubahan juga bisa berasal dari luar negeri, terutama dari negara-negara adikuasa dengan kepentingan ekonomi dan politik yang ingin diwujudkan di negara Indonesia.


*)Menjelaskan Tentang Integrasi Nasional
Istilah integrasi nasional berasal dari dua kata yaitu integrasi dan nasional. Istilah integrasi mempunyai arti pembauran/penyatuan sehingga menjadi kesatuan yang utuh / bulat. Istilah nasional mempunyai pengertian kebangsaan, bersifat bangsa sendiri, meliputi suatu bangsa seperti cita-cita nasional, tarian nasional, perusahaan nasional (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1989 dalam Suhady 2006: 36). Hal-hal yang menyangkut bangsa dapat berupa adat istiadat, suku, warna kulit, keturunan, agama, budaya, wilayah/daerah dan sebagainya.
Sehubungan dengan penjelasan kedua istilah di atas maka integritas nasional identik dengan integritas bangsa yang mempunyai pengertian suatu proses penyatuan atau pembauran berbagai aspek sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional atau bangsa (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1989 dalam Suhady 2006: 36-37) yang harus dapat menjamin terwujudnya keselarasan, keserasian dan kesimbangan dalam mencapai tujuan bersama sebagai suatu bangsa.
Integritas nasional sebagai suatu konsep dalam kaitan dengan wawasan kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berlandaskan pada aliran pemikiran/paham integralistik yang dicetuskan oleh G.W.F. Hegl (1770- 1831 dalam Suhady 2006: 38) yang berhubungan dengan paham idealisme untuk mengenal dan memahami sesuatu harus dicari kaitannya dengan yang lain dan untuk mengenal manusia harus dikaitkan dengan masyarakat di sekitarnya dan untuk mengenal suatu masyarakat harus dicari kaitannya dengan proses sejarah.


STUDI KASUS :
Sikap negatif terhadap sesuatu disebut prasangka. Walaupun dapat digaris bawahi bahwa prasangkan dapat juga dalam pengertian positif. Tidak sedikit orang-orang yang mudah berprasangka, namun banyak juga orang-orang yang lebih sukar untuk berprasangka. Seorang yang mempunyai prasangka rasial, biasanya bertindak diskriminatif tanppa berlatar belakang pada suatu prasangka. Demikian juga sebaliknya, seseorang yang berprasangka dapat saja berperilaku tidak diskriminatif.

Sumber :
http://isramrasal.wordpress.com/2009/12/26/prasangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme/


OPINI :
Berprasangkalah baik dengan sesama,janganlah suatu prasangka hanya yang negatif terus.Karena sebagai sesama Makhluk ciptaan Tuhan,kita tidak ada yang sempurna.Oleh karena itu, jauhkan lah segala tindak diskriminasi antar sesama.