BAB 6 (PELAPISAN SOSIAL & KESAMAAN DERAJAT)

KELOMPOK 6


*) Menyebutkan ciri-ciri massa

Istilah massa biasa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan. Yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi secara fundamental berbeda dalam hal yang lain.
Massa memiliki ciri – ciri antara lain:
     a)     Keanggotaanya berasal dari semua lapisan masyarakat, meliputi orang – orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda. Orang bisa mengenali mereka sebagai massa misalnya orang yang sedang mengikuti suatu proses peradilan tentang pembunuhan misalkan melalui pers.
     b)    Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat tersusun dari individu – individu yang anonim.
     c)      Sedikit sekali berinteraksi atau bertukar pengalaman antara anggota – anggotanya.
     d)     Very loosely organized, serta tidak bisa bertindak secara bulat atau sebagai suatu kesatuan  seperti halnya crowd.
                 


                                                         STUDI KASUS
 
                                                        Kemiskinan Sebagai Isu Global

Masalah kemiskinan dewasa ini bukan saja menjadi persoalan bangsa Indonesia. Kemiskinan telah menjadi isu global dimana setiap negara merasa berkepentingan untuk membahas kemiskinan, terlepas apakah itu negara berkembang maupun sedang berkembang.

Tokoh yang dianggap bapak ilmu ekonomi modern, Adam Smith pada saat meluncurkan buku babonnya An Inquiry into The Wealth of Nations tahun 1776 menyebut bahwa, â€Å“Tidak ada masyarakat yang benar-benar bisa berkembang dan senang apabila kebanyakan diantaranya miskin dan tidak bahagia?. Tokoh ekonomi pembangunan Todaro dalam buku Economic Development (2003), menyebutkan bahwa kemiskinan dan kesenjangan merupakan permasalahan utama pembangunan.  Tokoh sosial lainnya Juan Somavia dalam United Nations World Summit for Social Development, tahun 1995 menyatakan bahwa persoalan yang tidak akan pernah selesai di abad 21 ini adalah bagaimana mengurangi kemiskinan.
Negara sedang berkembang di sebagian wilayah Asia dan Afrika, sangat berurusan dengan agenda pengentasan kemiskinan. Sebagian besar rakyat di kawasan ini masih menyandang kemiskinan. Sementara bagi negara maju, mereka pun sangat tertarik membahas kemiskinan. Ketertarikan itu karena kemiskinan di negara berkembang berdampak pada stabilitas ekonomi dan politik mereka.
Pada akhirnya kemiskinan menjadi â€Å“urusan? semua bangsa dan menjadi â€Å“musuh utama? (common enemy) umat manusia di dunia. Konsekuensinya kemiskinan dibahas semakin meluas intensif dan berkesinambungan dimanapun dan oleh siapapun.
Menurut laporan Human Development Report tahun 2005, jumlah penduduk miskin terbesar di Asia Tenggara adalah di Indonesia, yaitu sebesar 38,7 juta orang diikuti oleh Vietnam (17,38), Kamboja (13,01), dan Myanmar (10,84). Tingginya tingkat kemiskinan Indonesia, membuat negara ini memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) yang masih rendah. Dari data Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/HDI), Indonesia menempati urutan 110, lebih rendah dibanding negara di Asia Tenggara lainnya seperti Singapura (25), Brunei (33), Malaysia (61), Thailand (73), dan Filipina (84).
       OPINI

 Kemiskinan masih menjadi Isu Global yang terus dibacarakan tiada henti.Terlebih lagi negara2 berkembang, semisal di benua afrika ataupun asia.Perlu di pikirkan konsep yang benar2 bisa membuat tidak ada lagi kemiskinan di setiap negara.terlebih lagi Indonesia dengan jumlah penduduk miskin terbesar di Asia Tenggara. Perlu Perhatian Pemerintah yang serius atas masalah kemiskinan ini.

PTSI C

NAMA : MOHAMAD IKHSAN FADZILAH
NPM    : 14110478
KELAS : 1KA24


TUGAS


1.  KOMPONEN SISTEM KOMPUTER GAMBARKAN DAN CONTOHKAN SKEMA SISTEM KOMPUTER !

Komponen sistem komputer terdiri dari:

  1.  Pemroses (processor) Berfungsi mengendalikan operasi komputer & melakukan fungsi pemrosesan data.
  2. Memori utama - Berfungsi menyimpan data & program - Biasanya volatile : tidak dapat mempertahankan data & program yang disimpan bila sumber daya energi (listrik) dihentikan.
  3. Perangkat masukan dan keluaran Berfungsi memindahkan data antara komputer & lingkungan eksternal yaitu : perangkat penyimpan sekunder, perangkat komunikasi, terminal, dsb
  4. Interkoneksi antarkomponen (bus) Adalah struktur & mekanisme untuk menghubungkan pemroses, memori utama, & perangkat masukan/keluaran.


2. SEBUTKAN APA YANG DIMAKSUD DENGAN DATA,INFORMASI,SISTEM INFORMASI. SEBUTKAN KOMPONEN SI DAN KENAPA PERLU SI DI :
  • Perusahaan multinasional
  • Universitas
  • lab. Kedokteran
  • Dep. Pertahanan
           Data                    : objek yang nyata yang harus bisa didefinisikan,
                                          dideskripsikan dan diilustrasikan.
           Informasi             : data yang sudah diolah dan berguna bagi yang
                                          mencari dan dapat dimengerti.
           Sistem Informasi : aplikasi computer untuk mendukung operasi dari
                                          suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan
                                          komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem
                                          Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang
                                          yang menekankan finansial dan personal
                                          manajemen. Sistem Informasi Penjualan
                                          adalah suatu sistem informasi yang
                                          mengorganisasikan serangkaian prosedur
                                          dan metode yang dirancang untuk
                                          menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan
                                          memperoleh informasi guna mendukung
                                          pengambilan keputusan mengenai penjualan.
                            Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi

           Komponen sistem Informasi  : Komponen input – Komponen Model
                                                             – komponen output – komponen teknologi
                                                             – komponen hardware - komponen software
                                                             – komponen basis data – komponen control.

           Sebab perlu sitem informasi di:
             - perusahaan multinasional
: untuk mengetahui jumlah karyawan dan juga gajikaryawan.
             - Universitas                        : untuk mengetahui jumlah mahasiswa.
             - Lab.Kedokteran                : untuk mengetahui jumlah pasien yang ada di rumah sakit itu.
             - Dep.Pertahanan                : untuk keamanan dan mencegah dari tindakan kejahatan.

3. SEBUTKAN DEVICE-DEVICE YANG ADA PADA ALAT PEMROSESAN DAN CERITAKAN APA PERANAN DEVICE TERSEBUT DALAM PENGERTIAN SISTEM KOMUTER ?
 
               Device Pemrosesan terdiri dari :
               CU (Control Unit)                 : berfungsi mengendalikan operasi
                                                               yang dilaksanakan sistem komputer.                                         
              ALU (Aritmetic Logic Unit) : untuk komputasi yaitu melakukan
                                                              operasi aritmatika & logika 

 
               Register-register                 : berfungsi sebagai memori sangat
                                                              cepat yang biasanya sebagai tempat
                                                              operan- operan dari operasi yang
                                                              akan dilakukan.

 
               Peranan  Device dalam pengertian sIstem komputer adalah untuk melakukan        operasi, mengendalikan operasi dan juga Sebagai penyimpanan dalam komputer.
 

4. APA YANG DIMAKSUD DENGAN MASYARAKAT INFORMASI ?

  Information society atau masyarakat Informasi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah masyarakat dan sebuah ekonomi yang dapat membuat kemungkinan terbaik dalam menggunakan informasi dan teknologi komunikasi baru (new information and communication technologies(ICT’s)). Dalam masyarakat informasi orang akan mendapatkan keuntungan yang penuh dari teknologi baru dalam segala aspek kehidupan:Di tempat kerja, di rumah dan tempat bermain. Contoh dari ICT’s adalah: ATM untuk penarikan tunai dan pelayan perbankan lainnya, telepon genggam(handphone), teletext television, faxes dan pelayan informasi  seperti juga internet, e-mail, mailinglist, serta komunitas maya (virtual community) lainnya. Pengertian lain dari informastion society atau masyarakat informasi adalah suatu keadaan masyarakat dimana produksi, distribusi dan manipulasi suatu informasi menjadi kegiatan utama. Jadi dapat dikatakan bahwa pengolahan informasi adalah inti dari kegiatan.

Sumber: http://yokisaputtrahutabarat.wordpress.com/2010/02/19/pengertian-masyarakat-informasi/

5. BAGAIMANA MENURUT ANDA PERKEMBANGAN ICT SEKARANG INI ?

Kondisi Indonesia dalam bidang perkembangan information, communication and  technology (ICT) cenderung masih rendah kini masih berada dalam tahap satu atau di tingkat bawah perkembangan ICT. Posisi tinggi atau tingkat 7 masih ditempati Negara adidaya seperti AS, inggris, jepang, kanada, swedia dan prancis. Struktur industri IC di Indonesia saat ini didominasi oleh industri software seperti system aplikasi, jasa layanan dan konten  sebesar 70%, sedangkan industri hardware seperti peralatan infrastruktur, dan komponen sparepart sebesar 30%. Pada tahun 2010 diharapkan ICT Indonesia mencapai level 3. level 3 pertumbuhan ICT Indonesia diperkirakan akan menonjol di sector penyediaan infrastruktur telekomunikasi, meskipun sejauh ini lebih banyak didominasi  pertumbuhan seluler.

Sumber : http://blog.ub.ac.id/dina/2010/10/11/perkembangan-ict-di-indonesia/

BAB 5 (WARGA NEGARA & NEGARA)

KELOMPOK 6



*) Pengertian Warga Negara

    Warga negara diartikan sebagai orang-orang yang menjadi bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara. Istilah warga negara lebih sesuai dengan kedudukannya sebagaiorang merdeka dibandingkan dengan istilah hamba atau kawula negara karena warga negara mengandung arti peserta, anggota, atau warga dari suatu negara, yakni peserta darisuatu persekutuan yang didirikan dengan kekuatan bersama. Untuk itu, setiap warga negara mempunyai persamaan hak di hadapan hukum. Semua warga negara memiliki kepastian hak, privasi, dan tanggung jawab.

*) 2 Kriteria Menjadi Warga Negara

    1. Kriteria Kelahiran, berdasarkan kriteria ini, dibedakan lagi menjadi dua, yaitu :
       * Kriteria Kelahiran menurut asas keibubapaan atau disebut "ius sanauinis"
       * Kriteria Kelahiran menurut asa tempat lahir "ius soli".
    2. Naturalisasi atau pewarganegaraan, adalah suatu proses hukum yang menyebabkan seseorang 
        dengan syarat tertentu mempunyai kewarganegaraan lain.

  
*) Menyebutkan orang-orang yang berada dalam satu wilayah negara

     a. Penduduk ialah mereka yang telah memenuhi syarat tertentu yang ditetapkan oleh peraturan 
        Negara yang  bersangkutan. Penduduk ini di bedakan menjadi dua lagi, yaitu
1.   Warga Negara adalah penduduk yang sepenuhnya dapat diatur oleh pemerintah Negara tersebut dan mengakui pemerintahannya sendiri.
2.    Penduduk bukan warga Negara atau orang asing adalah penduduk yang bukan warga Negara.
           b. Bukan penduduk ialah mereka yang berada dalam suatu wilayah untuk sementara waktu dan yang 
               tidak bermaksud  bertempat tinggal di wilayah Negara tersebut.
      
 
      STUDI KASUS
                                             
                       PEMERINTAH TOLAK ASURANSI FAKIR MISKIN DI BAYAR NEGARA
            
            JAKARTA. Pemerintah menolak usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar semua asuransi Warga Negara Indonesia (WNI) kategori fakir miskin dibayar oleh negara. Penolakan itu tampak dalam Daftar Inventaris Masalah (DIM) usulan pemerintah menanggapi Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (RUU BPJS). Jika tidak ada aral, siang ini pemerintah dan DPR bakal mulai membahas DIM RUU BPJS di Gedung DPR/MPR.
     RUU BPJS Bab VI Pasal 13 menyatakan, “Dalam hal peserta merupakan fakir miskin dan orang tidak mampu, iuran dibayar oleh Pemerintah dalam bentuk bantuan iuran”. Namun, dalam tanggapannya pemerintah meminta pasal ini dihapus. Alasannya, hal itu sudah tercantum dalam Pasal 17 ayat (4) Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).
     Pemerintah juga menolak usulan DPR soal besaraniuran kepesertaanasuransidiatur dengan Peraturan Presiden atas usul Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).
      Dikonfirmasi soal ini, Sekretaris Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mahmuddin Yasin, enggan komentar. “Saya belum tahu, sebab DIM baru akan dibahas minggu ini,” katanya, kepada KONTAN.
      Pembahasan RUU BPJS kemungkinan besar bakal alot. Sebab, dari banyak usulan DPR, pemerintah banyak mengajukan penolakan. Selain keberatan dengan usulan biaya asuransi fakir miskin ditanggung negara, pemerintah juga antara lain menolak usulan DPR yang meminta BPJS satu atap hasil merger empat BUMN asuransi, yakni Jamsostek, Taspen, Askes, dan Asabri. Menurut usulan DPR, empat BUMN itu harus melebur ke dalam BPJS maksimal dua tahun setelah RUU BPJS berlaku. Nantinya, seluruh pekerja dan kewajiban keempat BUMN tersebut diambil alih oleh BPJS.

Sumber : http://nasional.kontan.co.id/v2/read/nasional/50071/Pemerintah-tolak-asuransi-fakir-miskin-dibayar-negara

 OPINI

     Menurut saya sebaiknya tidak ada salahnya Pemerintah mengasuransikan warga negaranya yang tergolong ke dalam fakir miskin.Saya yakin, negara bisa melakukan hal tersebut.Lagipula, tidak ada salahnya kan mengasuransikan mereka ? toh, mereka juga warga negara di negara ini, meskipun secara ekonomi dalam ketebatasan.Pemerintah juga jangan hanya memanjakan mereka dengan hal-hal yang bersifat "memberi" seperti ini, supaya tidak ada warga negara Indonesia yang pemalas dan hanya tergantung pada hal-hal yang bersifat "pemberian".Namun tentunya hal-hal seperti itu harus diawasi secara ketat,ya supaya tidak terjadi tindakan korupsi dari segelintir orang.


SUMBER :

Harwantiyoko,1997.MKDU Ilmu Sosial Dasar.Gunadarma.Depok


















 
 
S
 
 

BAB 4 ( PEMUDA & SOSIALISASI )

KELOMPOK 6



*) Mengembangkan Potensi Generasi Muda

    Generasi muda harus terus berprestasi dengan cara yang kreatif. Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Untuk memajukan bangsa, generasi muda harus menggali potensi untuk berprestasi. Jangan menunggu kesempatan,tetapi raihlah kesempatan. Generasi muda saat ini bisa dibilang generasi yang beruntung, karena bisa memilih apa yang mereka inginkan dan berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka mau.Berbeda dengan generasi muda yang hidup di zaman dahulu, di mana pilihan lebih sedikit dengan cara meraih dan mewujudkan yang lebih terbatas.
   Menggali dan mengembangkan potensi diri adalah kuncinya. Jika generasi muda tersebut tahu caranya, maka kesempatan sukses pun di depan mata.
    Pertama, yaitu Kekuatan Keyakinan atau The Power of Belief. Mengapa harus dimulai dengan Kekuatan Keyakinan? Keyakinan adalah fondasi untuk melakukan apa saja. Kita baru akan bertindak bila kita merasa yakin mampu melakukan sesuatu. Jika tidak yakin maka upaya yang kita lakukan akan dikerjakan dengan setengah hati. Dan kita tahu, apapun yang dilakukan dengan setengah hati, tanpa kesungguhan, maka hasilnya pasti tidak akan pernah maksimal. Seringkali upaya kita, jika diawali dengan perasaan tidak yakin, akan berakhir dengan kegagalan.
    Yakin pun ada syaratnya, tidak asal yakin. Yakin yang  dimaksudkan di sini adalah yakin yang berlandaskan kebijaksanaan dan akal sehat. Tidak asal “yakin” dan “ngotot”.


STUDI KASUS

   Anak smp yang sering bolos sekolah hanya untuk bermain game online di warnet. Contoh lainnya adalah ketergantungan akan situs yang bersifat mencari pertemanan seperti situs Facebook, Twitter, Yahoo, Friendster, dan lain sebagainya. Disamping itu masih banyak situs-situs yang sangat merusak moral pemuda di Indonesia, seperti situs porno yang sangat membahayakan bagi perkembangan pola pikir pemuda.
OPINI 
   Kemajuan Teknologi hendaknya tidak disalahgunakan oleh para generasi muda sebaiknya tidak disalah gunakan.Bagaimana sebuah bangsa bisa maju, jika para generasi muda nya saja tidak memiliki moral serta kelakuan yang baik ?.Rela untuk bolos sekolah hanya untuk bermain games saja, ataupun keasyikan online situs jejaring sosial.Memang tidak ada salahnya, tapi seharusnya Para generasi muda mampu menggunakannya dengan bijak.banyak hal positif yang dapat dilakukan oleh generasi muda.
STUDI KASUS
MASALAH SOSIAL DI KALANGAN REMAJA
      Peranan orang tua sangat diperlukan untuk mencegah para remaja melakukan hubungan seks pra nikah (di luar nikah). “Peran orang tua itu sangat penting untuk membina dan mengawasi anak-anak mereka yang masih berusia remaja,” kata Sosiolog Prof. Dr. Badarudin, MA di Medan, Minggu (24/05). Sebanyak 52% remaja di Kota Medan mengaku pernah berhubungan seks di luar nikah. Data tersebut berdasarkan hasil penelitian survei DKT Indonesia, PKBI Rakyat Merdeka, Komnas PA dan analisa SKRRI 2002. Selain itu, menurut dia, sebanyak 51% terdapat di Jabotabek, 54% di Surabaya dan juga 47% terdapat di Bandung yang remajanya pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Rata-rata usia remaja yang pernah melakukan hubungan seks di luar nikah itu antara 13 sampai 18 tahun. Dengan pengawasan orang tua yang ekstra ketat terhadap anak-anak mereka itu, diharapkan tidak ada lagi ditemukan remaja yang berhubungan seks di luar nikah. Perbuatan anak-anak remaja seperti ini, harus secepatnya dihentikan dan jangan terus dibiarkan meluas di tengah-tengah masyarakat. “Tindakan yang salah dan melanggar hukum itu, agar secepatnya dicegah, karena ini jelas menyangkut moral generasi muda harapan bangsa. Ini jelas sangat memalukan dan dianggap tidak bermoral. Perilaku jelek yang tidak mencerminkan budaya ketimuran itu harus dapat dihilangkan jauh-jauh. Selain pengawasan orang tua agar para remaja tidak terjerumus berhubungan seks di luar nikah, menonton film porno dan kegiatan yang merugikan lainnya. Bahkan, pendidikan agama dan keimanan yang cukup kuat juga dapat mencegah atau “membentengi” para remaja agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan tidak terpuji atau dapat menyesatkan. Pengawasan orangtua dan pendidikan keimanan dapat menyelamatkan masa depan generasi muda agar tidak berperilaku amoral. Ditemukan bahwa 52% remaja pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Data tersebut berdasarkan hasil penelitian survei DKT Indonesia, PKBI Rakyat Merdeka, Komnas PA dan analisa SKRRI 2002.

OPINI 
     Pola pikir remaja saat ini memang sanat memprihatinkan, terlalu cepat terpengaruh.Ujung-ujungnya merepotkan keluarga serta lingkungan sekitar.Tidak ada salahnya bergaul, tapi selama masih dalam batas kewajaran, apalagi para pemuda rentan sekali terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang bersebrangan dengan norma-norma yang ada. Di sini peran lingkungan, serta keluarga sangat berpengaruh.Apalagi sex bebas merupakan masalah sosial yang memang sering menerpa sebagian besar para remaja.Jika bukan kita, siapa lagi yang akan mencegahnya ???

BAB 3 ( INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT )

 KELOMPOK 6


*) Menjelaskan Makna Keluarga
        Keluarga secara umum merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari ayah (bapak), ibu, dan anak. Atau ayah dengan anaknya bila ibunya sudah tidak ada, atau juga ibu dengan anaknya bila ayahnya sudah tidak ada. Keluarga itu merupakan tempat untuk pendidikan dan pembentukan watak, moral, serta melatih kebersamaan sebagai bekal kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Otoritas tertinggi itu sebenarnya terletak pada keluarga. 
        Keluarga juga merupakan tempat bermuara serta berlabuhnya semua persoalan sosial kemasyarakatan sehingga diperlukan kedamaian dan ketenangan suasananya. Keluarga juga merupakan tempat untuk saling memberi kehangatan, perlindungan dan cinta kasih. Karena keluarga itu memang memiliki fungsi sosial, budaya, perlindungan, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain.
*) Menjelaskan Makna Masyarakat 
    Masyarakat (society) merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komunitas manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara pelbagai individu. Dari segi pelaksanaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat - atau tidak dibuat - oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains social.
     Sebuah masyarakat yang inginkan kestabilan memerlukan ahli-ahli yang sanggup menolong antara satu sama lain, maka ia perlu kepada nilai-nilai murni seperti kerakyatan, hak dan etika. Ini merupakan perkara asas untuk mencapai keadilan. Jika nilai-nilai ini gagal dipatuhi, orang akan mengatakan sesebuah masyarakat tersebut sebagai tidak adil dan musibah akan berlaku. Perkataan society datang daripada bahasa latin societas, "perhubungan baik dengan orang lain". Perkataan societas diambil dari socius yang bererti "teman", maka makna masyarakat itu adalah berkait rapat dengan apa yang dikatakan sosial. Ini bermakna telah tersirat dalam kata masyarakat bahawa ahli-ahlinya mempunyai kepentingan dan matlamat yang sama. Maka, masyarakat selalu digunakan untuk menggambarkan rakyat sebuah Negara.


*) Menjelaskan Hubungan Antar Individu
    Masyarakat itu kelompok yang terorganisasi dan masyarakat itu suatu kelompok yang berpikir tentang dirinya sendiri yang berbeda dengan kelompok yang lain. Oleh karena itu orang yang berjalan bersama-sama atau duduk bersama-sama yang tidak terorganisasi bukanlah masyarakat. Kelompok yang tidak berpikir tentang kelompoknya sebagai suatu kelompok bukanlah masyarakat.Masyarakat merupakan suatu sistem yang meliputi unit biofisik para individu yang bertempat tinggal pada suatu daerah geografis tertentu selama periiode waktu tertentu dari suatu generasi. 
    Dalam sosiology suatu masyarakat dibentuk hanya dalam kesejajaran kedudukan yang diterapkan dalam suatu organisasi hubungan antara masyarakat dan individu didasarkan bahwa masyarakat itu mempunyai suatu realitas tersendiri dan tidak terikat oleh unsur yang lain dan yang berlaku umum. Masyarakat yang dipindahkan oleh seseorang itu berada di luar orang yang berpikir tentang masyarakat itu sendiri. Sebelum individu ada masyarakat yang dipikirkan itu telah ada. Oleh karena itu masyarakat itu tidak terikat pada individu yang memikirkannya.
STUDI KASUS
 KONFLIK DALAM  INDIVIDU
  
       Masalah narkoba merupakan masalah nasional dan internasional. Perkembangannya dari hari ke hari sulit untuk diberantas. Menurut hasil penelitian Dadang Hawari, Irawati Hawari dan Asmarohadi tahun 1998 terhadap 100 penderita atau pasien, hasilnya setiap penderita ketergantungan narkotika jenis opiat (heroin) yang diperiksa, ada 9 hingga 10 penderita lainnya (9,72%). Kematian pada penderita ketergantungan narkotika jenis opiat (heroin) mencapai 17,16%. Dengan demikian, jika ditemukan satu orang korban narkotika, maka jumlah korban narkotika yang ada di sekitarnya diperkirakan adalah 9 atau 10 kalinya. Angka ini pun didukung oleh ketentuan WHO. Risiko kematian, baik akibat over dosis (OD) atau lainnya juga relatif tinggi mencapai 17,16%.
OPINI 
     Narkoba merupakan permasalahan yang patut untuk dibahas secara mendalam.Sebab, narkoba saat ini pemakaian telah mencapai angka yang memprihatinkan.Narkoba juga tidak mengenal batasan umur,ataupun status sosial,tua,muda,remaja,kaya,miskin, semuanya dapat terpengaruh oleh narkoba.Diharapkan seluruh lapisan bersatu untuk memberantas narkoba.Dimulai dari diri sendiri,individu, serta masyarakat harus saling bahu-membahu untuk memberantas narkoba.Karena apabila kita telah ketergantungan oleh narkoba, maka akan sulit untuk menghilangkannya.Kematian merupakan taruhan apabila kita telah menjadi pengguna narkoba.


STUDI KASUS
MASALAH ANTAR KELOMPOK
      Pada waktu sekarang ini tentunya sudah tidak asing lagi dengan perilaku tawuran yang dilakukan oleh berbagai suporter di kancah liga super indonesia. Bahkan tawuran seperti ini tidak jarang mengakibatkan luka-luka hingga berujung pada kematian. Tawuran ini sangat mudah dipicu dengan saling olok-mengolok antar suporter, tensi pertandingan, kepemimpinan wasit, dan masih banyak pemicu lainnya. Pemicu inilah yang memudahkan munculnya tawuran antar suporter yang merasa geram, tidak terima, ataupun kesal terhadap suporter lawan. Lokasi tawuran sendiri sering juga terjadi dikota-kota besar di indonesia, khususnya daerah barat indonesia. Hal ini senada dengan seringnya pertandingan-pertandingan klub elit di indonesia. Klub elit inilah yang memiliki suatu magnet yang luar biasa dalam mendatangkan keuntungan bagi pihak penyelenggara tetapi juga mendatangkan kerusakan di daerah kota akibat tawuran. Fanatisme dalam persepakbolaan di indonesia memang sangat berlebihan dan bersifat lokal bukan secara universal. Inilah yang dapat mengakibatkan munculnya permusuhan antara pendukung tim satu dengan tim yang lain. Berbeda dengan liga eropa seperti halnya inggris. Fanatisme lebih bersifat universal akibat meratanya pemain tim nasional inggris diberbagai klub liga inggris, dan juga di dukung dengan prestasi yang diraih oleh tim nasional mereka. Jika tim nasional indonesia memiliki reputasi yang baik di kancah internasional maka fanatisme lokal akan berubah menjadi fanatisme universal, akibat meratanya pemain tim nasional yang mereka gandrungi. Sehingga sehingga pemain Medan dianggap juga milik orang Surabaya, pemain Surabaya jadi milik orang Makassar, dan seterusnya.Kefanatikan lokal dapat membuat suatu kelompok menjadi sangat solid kerena mereka mempunyai keterikatan bersama sehingga sikap imitasi dari sebagian besar anggota suporter yang masih remaja ini dikhawatirkan memicu problem sosial yang lebih serius. Mungkin awalnya hanya senang, namun selanjutnya memberi contoh sehingga ikut senang merusak.


OPINI
      Sikap seperti inilah yang seharusnya tidak dilakukan oleh para supporter Indonesia.Terlalu arogan,tidak memiliki sportivitas,serta tidak memiliki rasa memiliki antar setiap tim.Jika seperti ini terus, kapan persepakbolaan Indonesia bisa maju ?.Seharusnya kita berkaca pada tim-tim diluar sana, yang menjunjung tinggi sportivitas,dan memiliki rasa kebersamaan,sehingga untuk terjadi konflik akan sangat minim sekali.Sebenarnya tidak sulit untuk melakukan semua hal itu, tapi sekali lagi, perlunya dukungan dari berbagai pihak sangat mendukung agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, tidak hanya dalam hal sepakbola, tapi dalam segala hal aspek kemasyarakatan.


NARASUMBER : http://www.psikologizone.com/konformitas-dalam-perilaku-tawuran-supporter-sepak-bola

PENGETAHUAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI C


KELOMPOK :

AANG                                      : 10110004
ASEP INDAR KUSUMAH     :  11110169
HARYA SAPUTRA                 : 13110176
MOHAMAD IKHSAN F         : 14110478   
SATRIYO ADHIE WIBOWO  : 16110414

KELAS : 1KA24

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Perkembangan Gaya Komputasi (Computing Style)

Dengan berkembangnya penggunaan sistem komputasi, berkembang pula masing-masing unsur dari penyusunnya dengan karakteristik perkembangan yang unik untuk masing-masing unsur tersebut pada suatu masa tertentu. Karakteristik yang unik dari perkembangan ini menyangkut porsi dari masing-masing unsur dalam membentuk suatu sistem komputasi, dan juga cara berinteraksi antar ketiga unsur tersebut. Hal ini dikenal sebagai gaya komputasi (computing style).


Computing Style sendiri didefinisikan sebagai perkembangan gaya-gaya komputasi yang terjadi pada suatu masa tertentu. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Gartner Group, gaya-gaya komputasi terbagi menjadi  Punch-Card Computing, Mainframe/Midrange Computing, Client/Server), dan Internet/Network Computing. Secara skematis gaya-gaya tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini, dengan pembagian waktu selang satu dekade dan dipetakan berdasarkan tingkat kompleksitas dari sistem.




Mengacu pada gambar diatas terlihat bahwa perkembangan teknologi informasi mengarah kepada sistem enterprise dengan kompleksitas yang semakin tinggi. Network computing akan menjadi platform baru untuk aplikasi-aplikasi teknologi informasi sedangkan internet dan intranet menjadi tulang punggung utama untuk menggabungkan beberapa jaringan lokal menjadi suatu jaringan yang secara virtual berbentuk enterprise.


Cloud Computing atau Komputasi Awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Awan (cloud) adalah istilah lain dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu moda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan , sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalam awan”) tanpa pengetahuan tentangnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.
Cloud computing merupakan subset dari grid computing yang menggabungkan utility computing dan pendekatan lainnya untuk memanfaatkan shared computing resources.
Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing “Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.”
Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.
Cloud computing tidak lama lagi akan menjadi realita, dan ini akan memaksa para IT professional untuk cepat mengadaptasi yang dimaksud dengan teknologi ini. Akibat dari keadaan sosial ekonomi yang terus mengalami revolusi yang sangat cepat sehingga melahirkan cloud computing, dimana teknologi ini dibutuhkan untuk kecepatan dan realibilitas yang lebih dari teknology yang sebelumnya sehingga teknologi ini nantinya akan mencapai pada tingkat investasi dalam term cloud service yang cepat dan mudah.
Salah satu kelebihan Cloud Computing adalah sangat cepat di deploy, sehingga cepat berarti instant untuk implementasi.
  • Nantinya biaya start-up teknologi ini mungkin akan sangat murah atau tidak ada dan juga tidak ada investasi kapital.
  • Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.
  • Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tampa adanya Penalty.
  • Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (Banyak customer dalam 1 platform).
  • Kemampuan untuk meng customize service akan menjadi terbatas.
Tetapi, Clod Computing juga memiliki resiko, diantaranya,
  • Service level – Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan anda untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery.
  • Privacy – Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh orang lain dapat terjadi tanpa sepengetahuan anda atau approve dari anda.
  • Data ownership – kepemilikan data yang diberikan akan menjadi dapat menjadi milik bersama di dunia maya.


PEMANFAATAN KOMPUTER DI SEGALA BIDANG

1.Mobil Pandai
Pengolah mikro telah dimanfaatkat untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan mengemudikan mobil. Misalnya pada tahun 1985, oldsmobile dari US telah menerapkan sistem kendali berbasis pengolah mikro pada produknya. Pengolah mikro mendapatkan masukan data dari beberapa sumber, seperti :
  • Meter pompa injeksi (beban mesin)
  • Alternator (putaran mesin/menit)
  • Sistem pendinginan mesin
  • Sensor tekanan absolut untuk memantau sirkulasi dan pembuanagan gas
  • Gigi transmisi
Data masukan tersebut diolah oleh pengolah mikro untuk mengadakan tindakan pencegahan agar mesin tidak terlalu panas, memantau putaran mesin, beban mesin dan penggunaan gigi transmisi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

2.Perpustakaan Elektronik
Ruang dan waktu merupakan dua permasalahan utama yang dihadapi oleh Perpustakaan dewasa ini. Biaya yang diperlukan untuk menyimpan buku, majalah, jurnal, surat kabar dan makalah terus membengkak. Disamping hal itu, beban petugas perpustakaan untuk melayani pembaca untuk menemukan bahan bacaan yang diperlukan semakin hari semakin berat karena jumlah bacaan yang semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan lambatnya pelayanan.
Permasalahan tersebut dicoba diatasi dengan bantuan komputer. Komputer pada sat ini sudah mampu menggantikan katalogdan berdaya tampung besar. Sistem basis data jugatelah berkembang sehingga mampu untuk mengelola data dalam jumlha yang amat besar. Kemajuan dalam tekhnik pencarian kembali informasi telah memungkinkan dilakukan pencarian kembali informasi dalam waktu yang singkat.
Perkembangan tekhnik pencetakan dengan bantuan komputer membuaka nuansa baru dalam penyimpanan informasi. Buku atau majalah yang dicetak selalu diolah dan diperiksa ulang dengan komputer, sehingga informasi elektronis dapat diperoleh secara langsung.

3 Pengendalian Lalu-lintas Udara
Lalu-lintas udara merupakan lalu-lintas yang paling rawan dalam kehidupan manusia, walaupun di indonesia jumlah penerbangannya masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara maju. Walaupun demikian pengendalian lalu-lintas udara sudah dilaksanakan secara modern, dilakukan dengan peralatan canggih berbasiskan komputer. Hal ini dilakukan karena kelalaian dalam pengendalian lalu-lintas udara akan berakibat fatal.

4.Pengolahan Data Cuaca
Data cuaca dikumpulkan dari ratusan atau bahkan ribuan stasiun stasiun pemantau di bumidan diangkasa. Data ini disalurkan melalui saluran telekomunikasi internasional ke pusat pengolahan data cuaca. Untuk memembentuk model peraamalan cuaca lokal.

5.Permainan Video
Permainan ini cepat sekali mendapat pasaran dan terutama sekali di gemari oleh generasi muda. Berbagai jenis permainan yang belum pernah ada terwujud menjadi kenyataan. Tempat permainan tersebar dimana-mana di pusat-pusat perbelanjaan, rekreasi atau di dekat-dekat sekolah. Sehingga anak-anak muda mulai melupakan kewajibannya sebagai murid atau sebagai anggota masyarakat. Para pendukung permainan ini menyatakan bahwa sifat permainan adalah mendidik dan meningkatkan koordinasi antara mata dan tangan. Ada sementara pendapay yang mengatakan bahwa anak muda yang menyukai permaianan video mereka akan tertarik dengan komputer dan pemrogramman akan tetapi kenyataannya komputer pribadi lebih banyak digunakan untuk permainan dari pada pemrogramman.




NARASUMBER :

http://rifantheking.blogspot.com/2010/09/pemanfaatan-komputer-di-masyarakat.html

http://condetcom.wordpress.com

http://kambing.ui.ac.id/

    Penduduk,Masyarakat, dan Kebudayaan

    *) Menjelaskan 4 macam norma menurut kekuatan pengikatnya

    1. Cara ( Usage).
    Usage menunjukkan pada suatu bentuk perbuatan, kekutan mengikatnya sangat lemah bila dibandingkan dengan folkways. Usage lebih menonjol didalam hubungan antar individu didalam masyarakat. Penyimpangan terhadapnya tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat, hanya celaan dari individu yang dihubungi.

    2. Kebiasaan (Folkways).
    Folkways diartikan sebagai perbuatan yang berulang-ulang dalam bentuk yang sama, yang diikutinya kurang berdasarkan pelikiran dan mendasarkan pada kebiasaan katau tradisi; yang diterjemahkan dengan kelajman atau kebiasaan. Kekuatan pengikatnya lebih besar dari pada usage (cara). Sebagai contoh, anak-anak yang tidak memberikan hormat kepada orang tua sangsinya jauh lebih berat dibandingkan dengan waktu makan bersama mengunyahnya kedengaran oleh orang lain. Folkways menunjukkan pola berperilaku yang diikuti dan diteima oleh masyarakat.

    3. Tata kelakuan (Mores).
    Apabila folkways ini diterima masyarakat sebagai norma pengatur, maka kebiasaan ini berubah menjadi mores atau tata kelakuan. Mores diikuti tidak hanya secara otomatis kurang berpikir, tetapi karena dihubungkan dengan suatu keyakinan dan perasaan yang dimiliki oleh anggota masyarakat.

    4. Adat Istiadat (Custom).
    Mores ini disatu pihak memaksakan perbuatan dan dilain pihak melarangnya tata kelakuan yang kekal dan kuat integritasnya dengan pola-pola perilaku masyarakat, dapat meningkat kekuatan mengikatnya menjadi costom, atau adapt istiadat. Anggota masyarakat yang tidak mematuhi adat istiadat akan menerima suatu sangsi yang tegas.

    Norma-norma tersebut setelah mengalami proses tertentu pada akhirnya akan menjadi bagian tertentu dari lembaga kemasyarakatan. Proses tersebut dinamakan proses institusionalisasi, yaitu suatu proses yang dilewati oleh norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga kemasyarakatan, sehingga norma tersebut oleh masyarakut diterima, dihargai, dan kemudian ditaati dan dipatuhi dalam mengatur kehidupan sehai-hari. Contohnya, seorang anak yang selalu menghormati kedua orang tuanya, bertutur kata yang lembut kepada orang yang lebih tua, waktu makan bersama mengunyahnya tidak kedengaran oleh orang lain dan lain sebagainya.

    *)Memberikan contoh norma-norma yang ada di masyarakat

    1. Norma Agama : Ialah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, laranganlarangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di akhirat. Contoh norma agama ini diantaranya ialah:
    a) “Kamu dilarang membunuh”.
    b) “Kamu dilarang mencuri”.
    c) “Kamu harus patuh kepada orang tua”.
    d) “Kamu harus beribadah”.
    e) “Kamu jangan menipu”.

    2. Norma Kesusilaan : Ialah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia. Contoh norma ini diantaranya ialah :
    a) “Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain”.
    b) “Kamu harus berlaku jujur”.
    c) “Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia”.
    d) “Kamu dilarang membunuh sesama manusia”.


    3. Norma Kesopanan : Ialah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri.
    Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat.
    Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. Contoh norma ini diantaranya ialah :
    a) “Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api, bus dan lain-lain, terutama wanita yang tua, hamil atau

    membawa bayi”.
    b) “Jangan makan sambil berbicara”.
    c) “Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat” dan.
    d) “Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua”.

    4. Norma Hukum : Ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara. Contoh norma ini diantaranya ialah :
    a) “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain, dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun”.
    b) “Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan, diwajibkan mengganti kerugian”, misalnya jual beli.
    c) “Dilarang mengganggu ketertiban umum”.


    *)Menjelaskan 8 pranata sosial yang ada di masyarakat

    Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga social / pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam yaitu :

    1. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan atau domestic institutions.
    2. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup ( economic institutions).
    3. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific institution).
    4. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan (educational institutions).
    5. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah, menyatakan rasa keindahan dan rekreasi (aesthetic anda recreational institutions).
    6. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib (religius institutions).
    7. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara (political institutios).
    8. Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah manusia (cosmetic institutions).


    STUDI KASUS


    PENGEMIS

    Hampir di setiap lampu merah di kota Malang ataupun mungkin di kota lainnya sering kita lihat pemandangan pengemis baik laki maupun perempuan baik anak-anak maupun yang tua baik yang cacat, pura-pura cacat maupun yang sehat jiwa raga meminta belas kasihan para pengendara yang kebetulan sedang berhenti terkena lampu merah.Tidak jarang orang yang iba dan memberi uang lebih kepada para pengemis melihat pemandangan tersebut. Tapi yang sekarang jadi masalah adalah apakah kita masih merasa iba melihat kenyataan sebenarnya bahwa para pengemis tetap orang yang itu-itu saja dan menjadikan penegmis sebagai suatu profesi bagi mereka.Kenyataan ini mungkin akan menjadi sah dan bisa ditolerir apabila seorang pengemis tersebut mungkin seorang manula atau seorang cacat yang tidak bisa bekerja lagi dikarenakan keadaan fisiknya. Tapi apakah kita masih bisa tetap mentolelir apabila anak muda yang sehat dan tidak sekolah atau seoprang ibu sehat yang membawa anaknya dan mengorbankan pendidikan anaknya atau seorang yang dengan segala tipu dayanya mengelabui para pengendara dengan membuat dirinya seakan-akan orang cacat meminta-minta uang di tepi atau di tengah jalan. Pernah suatu sore saya bertemu dengan seorang pengemis anak-anak kira-kira umurnya 9 tahun esok pagi harinya lagi saya bertemu lagi dengan anak yang sama sehingga sayapun bertanya “le awakmu gak sekolah ta?”. Dengan jawaban yang polos ia menjawab “enggak mas” esok harinya lagi kira-kira jam 05.30 saya bertemu lagi di tempat yang sama anak itu dijemput dari “tempat kerjanya” oleh ibunya menggunakan Yamaha Vega.Bayangkan seorang anak kecil dikader untuk menjadi seorang pemalas yang oportunis dimana orang lain rela menjual sepeda motor untuk biaya sekolah anaknya tapi seorang ibu berkendaraan Yamaha Vega menyuruh anaknya mendapat uang dengan mudah dengan cara merendahkan harga diri anaknya dengan cara lebih memilih mengemis daripada sekolah. Kalau kita berpikir siapa yang salah? Mungkin kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pengemis tersebut bila menjadikan ngemis sebagai sebuah profesi. Karena bila kita lihat pada kondisi Indonesia saat ini orang tua untuk menyekolahkan anaknya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit minimal 500 ribu belum lagoi ditambah dengan berbagai macam uang sekolah seperti uang ujian, uang bangku uang gedung dan lain-lain yang mungkin bila ditotal dalam 1 tahun bisa mencapai lebih dari 1 juta. Jadi menurut saya pribadi bukan hal yang aneh apabila orang tua lebih memilih memperkerjakan anaknya dengan alas an bekerja sebagai pengemis lebih menghasilakn daripada sekolah yang hanya menghabiskan uang. Disamping itu melihat kenyataan bahwa banyak lulusan SMA yang bekerja sebagai sopir angkot ,cleaning service ataupun mbecak.ini disebabkan karena banyaknya jumlah sarjana dari bebrbagai universitas, sedangkan untuk mencapai jenjang sarjana dalam 1 tahun saja dibutuhkan minimal uang satu juta lima ratus ribu rupiah ini bukan nominal yang kecil bagi mereka tukang angkot, ataupun mereka yang dibawah garis kemiskinan.melihat kenyataan ini jelas mereka rakyat yang berada di bawah garis kemiskinan banyak yang berpikir “ buat apa sekolah tinggi-tinggi kalo hanya jadi sopir angkot ataupun mbecak kayak bapaknya mendingan ngemis dari kecil lebih menghasilkan”

    Entah bagaimana membuat “mereka” sadar bahwa pendidikan itu bukan hanya sekedar title semata untuk mencari kerja tapi dalam tulisan ini saya berharap pembaca bisa lebih kritis melihat kondisi pengemis di Indonesia. Karena bila kita memberi pengemis yang sehat dan masih muda kita sama saja ikut serta mendukung pembodohan dan kemalasan kaum muda di Indonesia.

    Opini

    Miris melihat rakyat Indonesia yang seperti itu,mengesampingkan pendidikan, dan hanya mementingkan untuk mengemis saja.Lantas, bagaimana Indonesia bisa maju ?.Penduduk serta masyarakat dari berbagai lapisan di Indonesia seharusnya memahami betul pentingnya pendidikan, tidak hanya kalangan atas, tapi juga untguk kalangan menengah ke bawah.Dengan pendidikan, setidaknya bisa turut mencerdaskan Indonesia, dan bisa membuat negara kita menjadi negara yang disegani oleh negara lain.STOP mengemis !!!


    SUMBER :

    http://fisip.uns.ac.id/blog/fajarsuryo/
    http://www.crayonpedia.org/mw/Norma-Norma_yang_Berlaku_dalam_kehidupan_Bermasyarakat,_Berbangsa_dan_Bernegara_7.1
    http://journal.mercubuana.ac.id/data/ISD-2.doc